Minggu, 25 Juli 2010

Kenyataan

oke, judulnya berlebihan.
saya cuma menyadari kenyataan bahwa ternyata benar blog saya terlantar (lagi)
hahahaha :D

oke deh, kalo gitu saya share.
saya lagi sakit perut.
err-jangan timpuk saya.
beneran, sakit perut bangeeeet!!!!

yang ini beneran deh.
mau share PLURK SAYA!!!!
HAHAHAHAHA *tertawa dengan jumawa*
http://www.plurk.com/ferisakey/invite


ps. aduuuuuuh sakit peruuuuuut TT.TT

Rabu, 07 Juli 2010

Drabble : When He's Gone

Wahahahahaha, ini ff yaoi pertama saya lhooooo~ *bangga*
Saya sebenernya lagi sebel sama jinki yang begitu mesra pada laki saya, tapi kenapa saya tetep suka onkey, sih?! >.<
Tadinya sih niatnya mau bikin yang bergenre “psychoanalyze”, ternyata saya belum bisa =.= *menyedihkan*
Karena ini ff yaoi pertama saya – dan saya agak geli-geli gimana bikinnya – maka maklumi kalau bahasanya amburadul. *lha wong nulis satu paragraph ngekek satu paragraph ngekek wkwkwkwkwk*
Sudah, saya terlalu banyak cincong. Oh iya, karena di forum SHINeendonesia ngga boleh ada yaoi, maka dari itu saya hanya ngepost di sini ^^Y

When He’s Gone


author : kimlockeydane aka icha aka ferisa
genre : fluff?
length : drabble
pairing : ONKEY yay!!

Onew aka Lee Jinki belongs to himself, his parents, SME
Key aka Kim kibum belongs to [s]herself[/s] himself, his parents, SME, and ME as HIS WIFE *digorok*
SHINee members

***

Srak… Srak… Srak…

Uhm… suara apa itu? Tidak mungkin pencuri, kan? Masa di apaertemen sebesar ini ada pencuri? Kalau ada pencuri pun pasti akan ada alarm. Hmm… lebih baik aku tidur lagi, besok akan ada banyak acara yang menanti SHINee.

Dan aku pun mencoba untuk tertidur semakin lelap. Meskipun kemudian aku sempat mendengar suara seseorang dengan samar.

“Kibum-ah, saranghae.” Kemudian kurasakan benda lembut dan dingin menyentuh keningku dan aku tertidur semakin lelap.

***

“UMMAAAA!!!”

Ugh, siapa sih?

Aku membuka mataku perlahan dan mendapati Taemin sedang duduk di sisi tempat tidurku dan mengguncang-guncang tubuhku dengan heboh.

“Waeyo, Taeminnie? Aku sangat mengantuk sekarang. Kalau mau sarapan, minta saja pada Minho.”

“Bukan itu hyung, tapi—“

“Taeminnie, aku butuh—“

“HYUNG! JINKI HYUNG TIDAK ADA!!!”

“MWO?!” Aku segera terduduk seketika itu kemudian terdiam, berpikir.

“Mungkin ia sedang berjalan-jalan pagi?”

“Aniyo, hyung. Lihat ini!” Taeminnie menyodorkan sehelai kertas. Baru kusadari ternyata Jonghyun sedang menangis di bahu Minho dan mereka duduk di tempat tidur Jinki.

Aku membaca kertas itu dengan perlahan karena aku masih memulihkan kesadaranku.

“Aish. Pabo.”

***

Sudah hampir sebulan Jinki tak juga pulang. Sudah hampir seminggu pula aku tidak banyak bicara, tidak banyak tidur, tidak banyak makan, semua yang kulakukan selama ini hanya melamun. Melamunkan orang bodoh yang dengan seenaknya meninggalkanku begitu saja.

“Kibum-ah, makan dulu,” tawar Minho sambil membawa jatah makanku.

“Nanti saja. Kau taruh saja di kulkas.”

“Tapi kau belum makan sejak—“

“Just—lakukan.”

Tak ada yang bisa menolakku tak terkecuali Minho. Maka ia pun pergi meninggalkanku dan mungkin pergi ke dapur.

Aku kembali melamun. Melamunkan hal yang sama.

***

“Kibum-ah~”

“Hm…”

“Aku ingin es krim.”

“Kau ini sedang sakit. Kau tidak boleh makan es krim. Kalau penyakitmu bertambah parah, bagaimana? Aku dan teman-teman lain tak ingin terus-menerus mengambil part-mu di show yang akan datang. Jadi sebaiknya kau tidak menyulitkan dirimu dan kembali merepotkan kami, arraso?!” ocehku panjang lebar.

“Tapi aku ingin es krim…” Ia kini malah merengek sambil mengusap-usapkan kepalanya di perutku. Aku memegang kepalanya dan mengembalikannya ke posisi semula, di atas bantal.

“NO!”

***

Kemudian bayangan lain kembali berkelebat.

***

“Chagiya, kau sakit? Wajahmu pucat,” kata Jinki sambil menaruh tangannya di dahiku.

“Entahlah. Aku merasa sangat pusing. Perutku juga mual.”

“Waaah, jangan-jangan kau…”

Aku sudah menatapnya tajam. Kalimat yang sebentar lagi akan keluar pasti bukan hal yang benar.

“…hamil?!” TUH KAN!

PLETAK!!!

Aku memukul bahunya dengan cukup keras. “Jangan bicara yang aneh-aneh,” kataku lemah.

“Kau benar-benar sakit?”

“Yang kau lihat?”

“Apa yang bisa kulakukan agar kau membaik?”

“Duduk dan diam. Jangan ganggu aku.” Aku menyandarkan tubuhku di sofa dan menutup mataku perlahan. Suara hangar bingar dari televisi di ruang tunggu sejujurnya sangat menggangguku. Tapi tak mungkin aku minta mematikannya.

“Kibum-ah…” Tanya seseorang dengan suara baritonnya yang khas.

“Hm.”

“Makan dulu, setelah itu minum obat.”

Aku membuka mataku dengan ogah-ogahan dan mendapati Jinki sedang membawa piring berisi makanan dengan lauk yang sangat menggiurkan – tapi entah mengapa tak membuatku ingin makan.

“Aaak~” Jinki menyodorkan sendoknya ke depan mulutku. Aku bergeming, tak juga membuka mulutku.

“Apa perlu kusuapkan dengan mulutku?” candanya. Aku melotot padanya dan memberikan pandangan mengancam.

Tiba-tiba Jinki menaruh piring makanan itu di sebelahnya dan jari-jarinya menyentuh daguku dan menariknya ke bawah hingga mulutku terbuka. Baiklah, aku pasrah sekarang!

***

Aku tertawa kecil mengingatnya. Lucu sekali. Ternyata selama ini aku jarang sekali akur dengan Jinki. Tapi sekalinya akur – menurut Jonghyun, Minho, dan Taemin – akan terlihat seperti pasangan yang baru saja menikah.

Membayangkan aku menikah dengannya… rasanya mustahil. Ia terlalu sempurna. Biar kujabarkan mengenainya.

Dari segi fisik, ia memiliki wajah yang imut seperti bayi. Kulitnya putih dan sangat halus—yeah, that’s why we called him “dubu”, right? Ia memiliki mata yang teduh. Mata yang selalu bisa membuatku tenang kala memandangnya. Ia memang tak seindah Minho dari segi wajah, tak sekekar Jonghyun, tak semanis Taemin, dan tak secantik aku, namun ia memiliki pesonanya sendiri yang mampu mengalihkan perhatianku dari Minho, Jonghyun, ataupun Taemin.

Ia adalah orang yang sangat sabar. Hm. Itu tak diragukan. Ia bijaksana. Tenang. Meskipun—yah—mungkin orang yang hanya melihatnya dari layar kaca tak akan menganggapnya seperti itu.

Ia adalah pribadi yang unik. Mampu menghandle semua adik-adiknya, meskipun terkadang kami yang tetap mengacuhkannya. Ia akan diam, dan kami semua akan sadar bahwa kami salah. Karismanya terlalu menyilaukan di mataku. Sebenarnya mungkin jika dibandingkan Teuki hyung, ia akan sangat berbeda. Teuki hyung adalah leader terbaik sepanjang masa di mataku. Bagaimana tidak, ia mampu menangani berbelas-belas adiknya, apalagi sepertinya tidak ada yang waras di antara anggota Super Junior, sekalipun Ryeowook hyung atau Kyuhyun hyung.

Tapi ia akan terlihat berbeda ketika aku sudah mengenalnya. Bahkan, untukku pribadi, aku akan merasa sangat kecil ketika dihadapkan dengannya. Ia terlalu memiliki pemikiran yang luar biasa, yang kadang-kadang membuat kami memutar bola mata karenanya.

Ia ceroboh. Entah itu hanya sekedar body gag atau ia memang ceroboh? Entahlah. Ia gila. Gila ayam. Mungkin jika sudah keluar dari SHINee ia akan membuat perusahaan ayam atau bahkan mungkin negeri ayam—Chiken Land—yang nanti akan mengalahkan Disney Land atau bakan holywood sekalian. Bahkan aku ragu ia akan bosan menghabiskan berton-ton ayam. Ckck. Tapi semua itu—ceroboh, gila, konyol, dan semua yang mungkin seharusnya tidak ditonjolkan sebagai leader—akan menghilang ketika suara baritonnya melekat sempurna di telingamu. Ketika ia bernyanyi, semua akan merasakan suara lembutnya. Tentu saja tak terkecuali aku.

Padaku, ia selalu bersikap baik. Ia selalu memperhatikanku. Memujiku, menurutiku, bahkan selalu mendampingiku. Ia terlalu… baik padaku. Dan kebaikannya itu yang membuatku MENGHARAPKANNYA.

Terkadang aku ingin menghindarinya. Satu yang kutakuti, aku akan mengharapkannya. Mengharapkan ia akan selalu ada di sampingku. Mendampingiku sampai kapanku. Tapi rupanya tak mungkin. Kami tinggal di satu tempat, satu kamar, satu perusahaan, satu grup, satu panggung. Semua terasa sangat sulit untuk menghindarinya.

Tapi sekarang ia pergi. Suratnya mengatakan bahwa ia lelah menjadi idola. Apalagi menjadi artis. Yah, asal kau tahu, sikap kekanakannya hanya ia tunjukkan di depan kalian, di depan layar kaca, sebagai Onew, bukan Lee Jinki. Setelah itu? Tak ada lagi Lee Jinki yang periang. Kembali ke dorm, wajahnya akan sangat lelah. Tak ada lagi matanya yang teduh, yang ada hanya mata lelah. Ia akan sangat lemah dan kami, anggota SHINee lain yang akan menjadi penyangganya. Tapi sekarang… ia bilang bahwa ia ingin pergi sejenak dari kehidupan glamour seorang idola. Ia tak ingin bertemu make up, kamera, lighting, panggung, sound system, bahkan kami. Ia memutuskan untuk pergi. Ia hanya bilang bahwa ia akan pergi SEJENAK, namun tanpa kami—maksudku anggota SHINee selain aku—ketahui bahwa ternya seorang Lee Jinki mengundurkan diri menjadi ONEW. Aku mendengarnya dari Teuki hyung yang entah darimana tahu mengenai kabar itu.

Jinki--atau perlu kupanggil LEE ONEW?!—kembalilah. Kau tega melihat istrimu—aish, aku tahu aku memang lelaki, tapi ia yang memanggilku demikian—menunggumu setiap malam? Tak makan, tak tidur, tak bersemangat?! AISH, JANGAN JADI ORANG BODOH DI SAAT SEPERTI INI!!!

“Hei, aku tidak bodoh.”

Aku menolehkan kepalaku dengan cepat menuju ke sumber suara bariton itu.

“I’m back, my wife.”

BRUK!!!

Dan tanpa sadar aku telah menubruknya dan menangis di dadanya. “Bodoh, kau jahat tahu?!”

“Hmm… rupanya kau sangat merindukanku.”

“Apa katamu?!” Aku melepaskan diri dari pelukannya.

“Lihat, bajuku basah karena air matamu.”

Aku memukul dadanya dengan keras kemudian berbalik meninggalkannya.

GREP!! Tiba-tiba ada sepasang lengan yang melingkar di perutku. Lee Jinki. Ia menyandarkan dagunya di bahuku.

“I miss you, honey,” bisiknya kemudian… CUP!!

Hwaaa!! Telingakuuuu~~

[FIN?]

Wehehehehe, bener saya ngakak pisan hahahaa :DD
Amburadul banget nih, kacau kacau kacau belum bisa bikin yaoi!!!!

Selasa, 29 Juni 2010

Liburan

liburan kali ini sepertinya ngga bisa kemana-mana deh.
jadwalnya bingung mau berangkat kapan huh.
tapi lumayan deh kalo masih bisa main-main.

kaya tadi, tadi gw jalan bareng sahabat yang udah 10 taun bareng.
namanya karin.
lumayan deh tadi nonton Tanah Air Beta.
kalo menurut gw sih konfliknya kurang ngena, klimaksnya juga kurang dapet.
tapi ya bagus sih sebenernya.
apalagi ada lagu Indonesia Pusaka-nya. satu-satunya lagi yang selalu bisa bikin gw merinding.
baik ngedengernya ataupun nyanyiinnya.
oke, balik ke jalan-jalan.
setelah beli tiket, kita nungguin dengan makan di salah satu restoran yang ngga mesti ngerogoh kocek dalem-dalem.
45 menitan kita makan, setelah itu balik lagi ke bioskop.
ternyata udah dibuka.
akhirnya nonton deh.
setelah itu jam 2-an kita ke luar.
kita mampir bentar ke foodmart, beli apa aja deh buat ngemil-ngemil.
setelah itu kita ke DVD center *bajakan kkk~*. lumayan lama muter-muter di tempat DVD.
akhirnya beli 5 disc.
1 serial, yang lainya reality sama variety show korea.
abis hunting DVD, kita duduk-duduk bentar sambil minum.
ternyata pengeluaran hari ini lumayan juga ckck.
pas keluar dari tempat DVD, ternyata mendung rapet banget!!
karena masiha ada pesenan dari orang rumah, akhirnya kita mampir dulu ke supermarket *lagi*.
setelah itu kita pulang.
eeeeeeeh, HUJAN GEDE!!!
yaaah ujan-ujanan deh lah -.-

lumayan juga hari ini curhat-curhatan lagi.
meskipun banyak gw yang ngomong hehe.
lumayan lega juga setelah curhat.
abisnya kita udah jarang jalan bareng lagi sih.
biasanya banyakan tuh, tapi karena bingung bikin janji sama yang lain, akhirnya cuma berdua deh.

hari ini... lumayan.

Senin, 28 Juni 2010

Cinta Oh Cinta... Monyet

apa sih yang namanya cinta?
sebenernya definisi dari cinta itu apa sih?
selama ini gw liat 'cinta' yang diungkapkan tuh hanya dalam sinetron, ftv, film ato apalah itu.
gw ngga berani bilang kalo saat ini gw sedang jatuh cinta.
tapi ngga salah juga kalo gw lagi suka sama seseorang.

gw baru kelas 1 SMA, gw ngerasa belum pantes buat bilang kata cinta
paling suka-sukaan monyet doang.
pernah suka sama seorang cowok, cowok yang udah lama gw suka, tapi akhirnya malah jadi sama temen gw sendiri.
emang sakit ngeliat cowok itu sama orang lain, tp gw sendiri ngerasa kalo gw ngga pantes buat bareng dia.
ceweknya itu punya kelebihan yang bener-bener terlihat lebih daripada gw.
cewek itu pinter, pembawaannya tenang, orangnya asyik, dan yang paling penting cewek itu bisa jadi motivasi buat cowok yang gw suka.
cewek itu bisa bikin cowok yang gw suka (untuk selanjutnya bisa kita sebut dengan P dan ceweknya O) tersenyum.
O bisa mmberi semangat buat P. O bisa bikin P hanya melihat ke arahnya.
gw sering bareng O dan P.
dengan jelas gw liat mereka berdua pacaran. yah seakan gw ngga ada di antara mereka lah.
lama-lama bukannya sakit hati, yang ada bosen deh.

lalu sekarang, saat sedang nyantai-nyantainya, dateng seorang cowok lagi.
panggil dia R.
Si R itu, tipikal cowok yang baik banget ke cewe.
ngga salah kalo banyak cewe yang ngarep sama dia.
termasuk gw.
dia ngebaikin gw, contact gw, ngobrol sama gw.
dia seolah ngasih harapan buat gw.
harapan yang dia kasih tuh terlalu tinggi menurut gw.
sehingga gw takut untuk berharap banyak sama dia.
huh, bingung jadinya.

Sabtu, 26 Juni 2010

Warnet Baru

nah, jadi di rumah gw ini baru dibuka warnet baru.
sebenernya ini warnet punyanya om yang dititipin di rumah.
yaaah lumayan lah. jadi gw ngga perlu ke warnet jauh-jauh.
cukup menclok aja dari kamer ke ruang depan :DD

hari pertama masih sepi-sepi aja.
hari kedua mulai rame, soalnya ditempel gede-gede di depan pager "HARGA PROMOSI : 1500/jam"
yah, lumayan banyak yang dateng.
meskipun yang dateng bocah-bocah cilik.
ya ampun bener-bener ya yang namanya perkembangan zaman.
dulu waktu zaan gw SD, gw masih main petak umpet lah, ampar-ampar pisang lah, main sepeda keliling kampung lah.
lhhaaa, sekarang bocah SD udah ngerti game online.
sekarang anak SD nongkrongnya bukan di depan rumah terus manggil-manggil temennya pake nada do-re-do-re-do-re dari depan pager rumah temennya buat main-main bareng.
sekarang tongkrongannya udah warnet, ato ngga game center.
heran deh.
kok perasaan beda banget sama zaman gw. apa jaman gw yang masih jahiliyah?
entahlah.
semoga perubahan ini membawa ke perkembangan yang lebih baik, bukannya menjerumuskan. amin.

New!!

blog baru lagi.
ntar ngga keurus lagi. tapi entah mengapa gw seneng 'bikin-bikin'. banyak hal yang gw bikin dan akhirnya malah jadi terbengkalai :DD
sejujurnya itu bukan salah gw.
pertama, salahkan kenapa orang tua gw ngga ngebelinn laptop baru + koneksi internet di rumah.
kedua, salahkan kenapa warnet yang ada lumayan jauh dari rumah gw.
ketiga, salahkan kenapa meskipun di rumah gw sekarang udah buka warnet tapi warnetnya penuh dan bikin gw tetep ngga kebagian PC.
keempat, yaaah... ternyata memang salah gw.

oke gw tau ini bener-bener gaje.
ini karena gw bikin postingan ini pukul 1 dinihari. jam-jam dimana otak gw udah mulai ngga karuan.
tapi mata gw yang belum juga mau menutup.

gw gatau lagi sebenernya mau ngomong apa.
tangan gw berjalan sesuai keinginannya sendiri, tanpa konfirmasi dulu sama otak gue.
*oke, makin gaje*

ya sudah, daripada makin gaje lagi, mending kita akhiri.
tapi sebelumya gw cuma mau introduce.
gw cuma cewek biasa yang males ampun-ampunan, sekolah di salah satu SMA di kota Cirebon. SMA yang katanya bertaraf internasional tapi fasilitas ngga internasional.
meskipun otak yaaah lumayan-lumayan lah *kecuali gw*
gw hidup dalam sebuah keluarga dengan beranggotakan ayah, ibu, kakak cowok, dan gw sendiri.
gw cukup bahagia dalam keluarga gw ini. keluarga gw emang ngga tinggi dalam hal materi, tapi gw cukup puas dengan apa yang ortu gw kasih.
gw ngga punya cita-cita. di saat temen-temen gw pada ribut tentang cita-citanya dan benar-benar mengusahakan untuk mewujudkan cita-cita mereka mulai dari sekarang, gw malah masih dengan santainya online, main, ngobrol, bikin fanfic, dan hal-hal kecil yang biasa dilakukan anak SD-SMP.
buat mau masuk universitas mana pun gue belum memikirannya secara benar-benar.
tapi syukur alhamdulillah, gw bersyukur banget pada Allah SWT, karena Dia memberikan otak yang lumayan buat gw sehingga bikin gw yang pemales ini tetep bisa mencerna pelajaran tanpa perlu berpikir SANGAT keras.
terus apa lagi ya?
tujuan hidup, belum menemukan.
cinta, apalagi.
gw hanya masih ingin bersenang-senang.

udah deh cukup *malah lebih* kayanya. emang ngga penting sih.
bye :DD